Kamis, Desember 31, 2009

Jika Tubuh Kelebihan Vitamin A

Kecukupan vitamin A memang sangat diharapkan. Pasalnya dapat mencegah dan memerangi penyakit tertentu. Vitamin A merupakan zat penting untuk menjaga kondisi kesehatan, pertumbuhan, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, dan penglihatan. Selama ini telah diketahui, kekurangan vitamin A pada anak-anak mengakibatkan rabun ayam dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

Berbagai sumber makanan menyediakan vitamin A. Vitamin ini mempunyai dua bentuk zat yaitu retinol dan beta-carotene. Retinol lazim disebut vitamin A yang sebenarnya sebab dapat langsung dimanfaatkan tubuh. Sumber retinol umumnya dari makanan hewani, seperti hati ayam atau sapi, telur, dan minyak ikan.

Sedang beta-carotene yang sering disebut pro-vitamin A, harus diolah terlebih dulu oleh tubuh agar dapat menjadi retinol. Makanan nabati merupakan sumber beta-carotene. Terutama berwarna oranye atau hijau tua seperti wortel, ubi, mangga.

Tubuh menyimpan retinol maupun beta-carotene ini di dalam hati, dan mengambilnya dari tempat penimbunan tersebut jika suatu saat tubuh membutuhkannya. Oleh karena vitamin A ditimbun dalam hati dan tidak larut dalam air, maka terdapat bahaya dan mengancam kesehatan jika kadarnya melebihi ambang batas aman.

Rekomendasi institut kesehatan nasional Amerika Serikat menyarankan konsumsi harian vitamin A antara 500 sampai 1.500 mikrogram. Namun, pengkonsumsiannya harus disesuaikan dengan kelompok umur dan jenis kelamin. Anak-anak membutuhkan vitamin A lebih sedikit dibanding orang dewasa.

Ibu menyusui juga membutuhkan vitamin ini lebih banyak dari remaja putri. Pengkonsumsian kurang dari 500 hingga 1.500 mikrogram mengakibatkan gangguan kesehatan, seperti misalnya gangguan penglihatan atau pertumbuhan pada anak.

Jika Tubuh Kelebihan Vitamin A

Vitamin A ini dapat disebut sebagai vitamin yang unik. Vitamin ini memang sangat penting bagi kesehatan tulang. Namun, jika terjadi kelebihan vitamin atau hypervitaminosis justru akan muncul penyakit kerapuhan tulang (osteoporosis). Selain itu, kecukupan vitamin A dapat mencegah kanker, namun jika berlebihan malah memicu tumbuhnya kanker.

Para ahli menduga kelebihan vitamin A memicu korelasi timbal balik dengan vitamin D, vitamin penting pembentukan tulang. Terutama pada usia lanjut, kelebihan vitamin A menimbulkan risiko kerapuhan tulang lebih tinggi. Pada manula, fungsi hati sudah mulai menurun dan kurang efektif dalam mengolah kelebihan retinol.

Suplemen Vitamin A

Jika menu makanan sehari-hari sudah mengandung vitamin A kadar tinggi, tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen vitamin A. Apalagi kalau dalam menu makanan terdapat hati sapi atau hati ayam yang mengandung retinol kadar tinggi. Menu makanan ini oleh para ahli gizi telah mencukupi kebutuhannya vitamin A sehari-hari dan tidak memerlukan suplemen vitamin A lagi.

Namun, jika memang dibutuhkan suplemen vitamin A, disarankan mengonsumsinya dalam bentuk beta-carotene. Pasalnya, kebutuhan vitamin A dapat dipenuhi secara optimal tanpa meningkatkan risikonya.

Juga disarankan, agar kelompok risiko, seperti wanita yang sudah memasuki menopause atau manula berkonsultasi dengan dokter untuk menetapkan kadar aman vitamin A yang dapat dikonsumsi.
(www.detikhealth.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar