Sabtu, Juni 05, 2010

Malin Kundang Kangen Emak (Tugas Cerpen)

Hari Senin pagi yang cerah, seorang anak bernama Malin Kundang Sugiantoro dilahirkan dengan fisik yang sempurna. Paras tampan nan rupawan, dan dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang sangant harmonis.
17 tahun lamanya dia hidup berkecukupan dengan bahagia di setiap hari-harinya. Namun dia merasa ada saja yang kurang dalam hidupnya. Dia menginginkan sesuatu yang berbeda. Dia ingin sekali menjadi seorang "Malin Kundang" seperti cerita Legenda dari Sumatra Barat itu.
Hingga pada saat ia lulus SMA dan berumur 18 tahun, dia berfikir ingin berkelana seperti "Malin Kundang".

"Emak aku mau merantau mak sekarang, aku sudah bosan hidup seperti ini." kata Malin.
"Kau mau kemana Malin? Plis Malin jangan kau tinggalkan emak mu yang rentah ini!! Emak mau kau di sini saja membajak sawah peninggalan Kakekmu ini." rintih Emak.
"Tapi aku tidak bisa mak,aku sudah bertekap sejak aku berumur 17 tahun. Tolonglah mak!! Ijinkan aku,aku janji aku tidak akan seperti Malin Kundang yang durhaka pada Ibunya, Aku ini kan anak yang baik hati dan tidak sombong mak,,hahaaa." Malin berkata lagi.
"Yasudahlah Lin, kalau itu memang maumu!! Emak tidak bisa melarangmu, Hati-hati ya anakku saying di daerah orang!!” kata Emak.
“Iya mak akukan hati-hati disana, tapi aku tidak punya ongkos mak. Tolong aku minta ongkoslah mak,untuk disana nanti” Rayu Malin kepada Emak.
“Ah kau ini,!! Bikin emak semakin tidak tega kepada kau. Ni Malin, Emak Cuma punya uang 5juta. Cukup tidak Malin?” Tanya Emak.
“Cukup sekali mak, Okelah mak kalau begitu saya berangkat dulu, AssalamuAlaykum.” Seru Malin.

Kemudian berangkatlah Malin ke Jakarta, ia pergi menggunakan Pesawat Garuda. Sesampainya di Jakarta ia pun langsung menuju Monas karena itu keinginannya sejak kecil. Setelah itu ia ke Ancol, ke TMII, ke Ragunan, ke Mall-Mall di daerah Jakarta Selatan.Dan setelah berkeliling itu Malin pun merasa lelah, akhirnya dia makan di Café di salah satu Mall tersebut.
Tidak terasa jam 12 malam pun terlewat. Ada sesuatu hal yang menghambat hatinya, ia merasa kangen dengan Sang Emak.
Dan karena kangennya itu sampai ia tidak sanggup untuk bergerak. Ia meminta tolong pada orang-orang Café tersebut.

“Tolong-tolong Pak, saya tidak bisa bergerak.” Kata Malin.
“Ada apa Pak? Bapak kenapa? Apa yang bisa saya Bantu Pak?” Tanya pelayan Café tersebut.
“Saya Cuma mau minta tolong Pak, Tolong telfonkan Emak saya yang ada di Sumatra Barat. Saya kangen emak Pak” rintih Malin.
Dan semua pelayan di Café tersebut pun tertawa terbahak-bahak..hahaaaaaaahahahahaaaaaaaaa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar